[Event] Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-5 di Labuan Bajo

24 Oktober 2012 Administrator



Labuan Bajo, NTT – Meski kota kabupaten Manggarai Barat, kota kecil, namun fasilitas untuk konferensi bertaraf nasional dapat dilaksanakan dengan sukses. Ini terbukti dengan suksesnya pelaksanaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-5 pada 16/10. Konferensi diikuti oleh 200an peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari pustakawan, dosen, dan pemerhati perpustakaan. Dibuka secara resmi oleh Asisten III Gubernur Nusa Tenggara Timur, disaksikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI. Sri Sularsih, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula dan Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nahor Talan yang ditandai dengan pemukulan Gong.
Pada sambutannya Asisten III gubernur Nusa Tenggara Timur mengatakan bahwa peningkatan pendidikan menjadi isu sentral dalam pengembangan SDM di Nusa Tenggara Timur. Disamping itu jika di Yogyakarta telah dikembangkan perpustakaan digital yang diberi nama Yogyakarta for all dalam pengembangan perpustakaan digitalnya, maka di NTT juga sedang di kembangkan adanya konektifitas di sekitar wilayah NTT yang kami namai dengan NTT Access. Dalam kesempatan ini Menurut Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula pada pidato pembukaan mengatakan bahwa Kabupaten Manggarai barat yang berpenduduk sekitar 340 ribu oranag membutuhkan sarana dan prasana jalan sebagai pendukung mobilitas penduduk dalam kegiatan ekonomi, pembagian Dana alokasi umum hendaknya dilihat bukan saja dari jumlah penduduk namun topografi wilayah juga patut di perhitungkan, sebagai contoh 1milyar di jawa bisa untuk membangun jalan beberapa kilometer namun di Manggarai Barat tidak lebih dari setengah kilometer.

Dalam pada itu Sebagai pembicara kunci Sri Sularsih mengatakan Tantangan berat bagi perpustakaan di era digital ini adalah tidak memandang sebatas jumlah koleksi, dan besaran gedung, namun ketermanfaatan bahan perpustakaan ketika pemustaka mengakses berbagai sumber informasi secara cepat, mudah, murah, bahkan gratis. Nama besar sebuah lembaga perpustakaan ditentukan oleh kemudahan akeses yang menjadi syarat utama sebuah lembaga perpustakaan di dalam melayani pemustaka dengan pola layanan demikian telah menggeser paradigma tentang perpustakaan dari entropis ke akses.

Pembicara-pembicara dalam konferensi Digital Indonesia ke -5 dibagi dalam dua kategori 1 Katagori kebijakan diantaranya Lilik Soelistyowati dengan tajuk makalah Kebijakan pengembangan dan implementasi metadata di Perpustakaan Nasional RI. Pembicara kebijakan kedua adalah Agus Subekti dengan makalah Kebijakan pengembangan dan implementasi metadata di Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia. Dan pembicara ketiga adalah Agus Sediadi dengan makalah Kebijakan pengembangan dan implementasi Jaringan IPTEK pusat dan daerah dalam penyusunan metadata perpustakaan di Indonesia

Katagori Teknis diantaranya : 1. Lilik Kurniawati Uswah dengan judul makalah Perkembangan mobile librarianship (m-library) di Yogyakarta: JLA project. 2. Arif Surachman dengan judul makalah Implementasi “mobile library” di Asia Tenggara. 3. Irma Irawati Ibrahim dengan judul makalah Development of digital library in tablet application. 4. Danang Dwijo Kangko Nayanes dan UCS slims, inovasi berbagi metadata antar perpustakaan. 5. Djembar Lembasono Adopsi iptc core sebagai standar metadata pengelolaan foto dalam perpustakaan digital. 6. Harini Yaniar dan Arsitektur pertukaran data menggunakan multi-protokol dalam lingkungan heterogen. 7. Andri Yanto Implementasi open access journal: studi kasus penggunaan open journal system di perguruan tinggi di Indonesia. 8. Danarsiwi Tri Lastiwi, Antara open access dan berlangganan: perkembangan pola penyebaran informasi ilmiah di lembaga penelitian dan universitas di Indonesia. 9.Taufik Abdul Gani, Charlis Rosita, dan Mauzunani Open access e-journal: strategi sosialisasi di UPT. Perpustakaan Universitas Syiahkuala. 10. Suharyanto Indonesian machine readable cataloging (indomarc): sejarah, perkembangan dan penerapannya di Perpustakaan Nasional RI. 11. Mahmudi, Sri Hartinah, Kajian pengelolaan informasi ilmiah untuk kemudahan akses informasi di lembaga litbang: metadata dan budaya. 12 Lukman dengan judul makalah perkembangan open acces jurnal ilmiah Indonesia.

Konferensi hari ketiga diisi dengan wisata ke pulau Rinca untuk melihat dari dekat keberadaan komodo yang namanya sudah melegenda ke seluruh dunia dan sudah di akui oleh UNESCO sebagai The World Heritage sites, sebagai pemuas akhir dari wisata di tanah nan gersang namun menjanjikan ini adalah berenang di pulau Bidadari sekaligus sebagai penutup konferensi. Untuk Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-6 rencananya akan di laksanakan di kota sejuk nan damai Malang Jawa Timur.

http://www.pnri.go.id/BeritaAdd.aspx?id=63" target="_blank">Sumber: Perpustakaan Nasional RI